\
Kam. Des 9th, 2021

Bersedekah, berinfak, atau berzakat secara daring (online) itu diperkenankan karena sudah memenuhi ketentuan ijab qabul/ijab dan serah terima nonfisik serta memenuhi unsur kemudahan. Membayar sedekah, infak, zakat, fidyah, dan donasi lainnya melalui transfer mobile banking, e-wallet, atau transfer ATM ke lembaga amil zakat itu diperkenankan. Dan diprioritaskan untuk menggunakan mobile banking, e-wallet, dan ATM lembaga keuangan syariah.

Pertama, sesungguhnya sedekah daring sudah memenuhi kriteria ijab qabul/ijab, karena ijab qabul itu bisa dilakukan dengan lisan, tulisan, atau media lain selama dipahami sebagai ijab qabul dan disetujui pihak akad, karena substansi ijab qabul adalah transaksinya jelas dan setiap pihak akad itu ridha seperti ketentuan donasi dalam platform digital.

Hal ini sebagaimana Fatwa DSN MUI No.08/DSN- MUI/IV/2000, Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak. Akad dituangkan secara tertulis, melalui korespondensi, atau dengan menggunakan cara-cara komunikasi modern.

Kedua, serah terima. Sedekah daring juga telah menuhi serah terima nonfisik sebagaimana kesimpulan Standar Syariah Internasional AAOIFI No.18 tentang at-Taqabudh. Pada saat transfer secara daring (walaupun uangnya tidak dilihat atau tidak ada di tangan) selama kelaziman telah menyimpulkan bahwa sedekah secara daring itu telah diterima oleh penerima, sedekah daring itu sah.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh para ulama, di antaranya al-Khatib menjelaskan, Ketika syariat Islam ini mewajibkan serah terima dalam setiap transaksi itu tanpa menjelaskan mekanismenya, maka yang menjadi rujukan adalah tradisi pelaku pasar. (Al-Khatib, Mughnil Muhtaj, 2/72).

Al-Khathabi mengatakan, “Teknis dan mekanisme serah terima itu berbeda-beda sesuai tradisi masyarakat setempat.” (Khathabi, Ma’ali Sunan, 3/136).

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Setiap ketentuan yang tidak ada batasannya baik dalam bahasa maupun syara, maka yang menjadi rujukan adalah tradisi setempat.”

Ketika syariat Islam ini mewajibkan serah terima dalam setiap transaksi itu tanpa menjelaskan mekanismenya, maka yang menjadi rujukan adalah tradisi pelaku pasar. 

Bersedekah secara daring dikategorikan sebagai serah-terima nonfisik yang sah dan melahirkan perpindahan kepemilikan dari donatur kepada mustahik melalui amil, sebagaimana diterima oleh kelaziman tradisi masyarakat dan otoritas.

Dari sisi maslahat, donasi bantuan online itu memudahkan para donator dan lembaga amil zakat yang mengelola donasi tersebut, dan pada saat yang sama menambah jumlah donasi sehingga akan banyak membantu dhuafa dan kebutuhan sosial lainnya.

Misalnya, pada saat seseorang ingin berdonasi (bersedekah, berzakat, atau berinfak) melalui transfer mobile banking, pilih nomor rekening, masukkan jumlah uang yang akan dikirim, input nomor rekening lembaga zakat yang dituju, sertakan penjelasan dalam berita bahwa ini zakat, kemudian klik transfer. Maka itu sudah memenuhi kriteria ijab qabul dan serah terima nonfisik.

 

Hukum Sedekah Online

Lantas bagaimana hukum dari sedekah online? Bolehkah sebenarnya kita sebagai umat Islam membayar sedekah via online ini? Berikut ini penjelasannya.

1. Pembayaran Via Online Hanyalah Sebuah Metode

Online atau metode lewat internet sebenarnya hanyalah sebuah metode untuk bisa menyalurkan sedekah. Yang terpenting adalah sedekah dan zakat bisa langsung sampai kepada penerima manfaatnya. Tentunya nanti akan dilakukan oleh amil zakat atau pengurus profesional dari sebuah lembaga ZIS.

Akad sendiri bukan syarat syah dari pelaksanaan zakat dan sedekah, karena yang paling penting adalah mengucapkan niat (dalam hati pun boleh) saat akan menunaikannya. Hal ini seperi yang disampaikan oleh Ustad Zul Ashfi, S.S,I, LC bahwa pemberi zakat atau sedekah memiliki niat hukumnya adalah sah.

2. Walau Online, Pastikan Lembaga Amanah

Menurut penjelasan Ustad Abdul Somad, jika tidak ada akad secara langsung pun amalan sedekah dan zakat tetap sah. Yang terpenting adalah sebagai pemberi sedekah atau zakat, kita bisa benar-benar memperhatikan apakah lembaga tersebut amanah dan profesional. Hal ini dikarenakan penyaluran dana kita bersifat online dan tidak berinteraksi langsung dengan penerima manfaat.

3. Pemberi Sedekah Tidak Harus Bertemu atau Akad Langsung

Seorang yang memberikan sedekah atau zakat, tetap sah amalannya walau tidak bertemu langsung penerimanya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ulama Yusuf Al-Qardhawi, “Seorang pemberi zakat tidak harus menyatakan secara eksplisit kepada penerima zakat bahwa dana yang ia berikan adalah zakat. Oleh karena itu, apabila seorang pemberi zakat tanpa menyatakan kepada penerima zakat bahwa uang yang ia serahkan adalah zakat, maka zakatnya tetap sah.”

Sedekah Online Via WeCare.id

Ada banyak hikmah yang bisa kita dapatkan jika bersedekah online. Selain kemudahan, hemat waktu dan tenaga, manfaat yang diberikan juga sangat luas. Kita bisa menyalurkan sedekah online salah satunya melalui WeCare.

Nantinya, sedekah yang disalurkan pada WeCare akan menjadi berbagai bentuk program di bidang kesehatan. Caranya sangat mudah cukup kunjungi websitenya di laman WeCare.id dan lakukan donasi secara online. Semoga bermanfaat ya!