\
Sel. Mei 11th, 2021

Usia senja memang menjadi saat yang paling rentan untuk terjangkit beragam jenis penyakit. Hal ini dikarenakan kemampuan fisik atau tubuh tidak lagi seperti dulu. Sistem imuns atau kekebalan tubuh mengalami penurunan yang dapat menyebabkan tubuh lebih mudah untuk terinfeksi virus dan juga bakteri. Belum lagi jenis penyakit berat yang memang rentan menyerang orang tua seperti diantaranya adalah stroke. Ini termasuk penyakit yang juga banyak menelan korban jiwa, apalagi jika seandainya terlambat mendapat penanganan.

 

Selain pengobatan, sebenarnya penting juga bagi pasien untuk mendapatkan terapi pemulihan pasca stroke. Karena setelah serangan pertama umumnya ada banyak bagian tubuh yang mengalami gangguan. Mulai diantaranya kemampuan fisik yang berkurang, kemampuan dalam berkomunikasi sampai dengan memori. Guna mencegah resiko cacat permanen yang dialami oleh pasien, maka mereka harus mendapatkan serangkaian terapi pemulihan. Biasanya hal ini akan dianjurkan oleh dokter spesialis agar mengikuti rangkaian tahapan pengobatan mereka.

 

Patut untuk diketahui bahwa orang yang sudah terserang penyakit stroke ini mudah untuk terkena komplikasi dengan masalah kesehatan lainnya, seperti diantaranya adalah:

 

  1. Komplikasi sistem saraf, stroke ini memang menyerang pada saraf otak, dikarenakan asupan oksigen yang mengalir ke otak mengalami penurunan. Sehingga komplikasi yang mudah untuk terjadi adalah di bagian saraf, seperti diantaranya adalah endema otak, terjadinya pembengkakan otak, bentuk lainnya juga bisa epilepsi yang terjadi karena aktivitas listrik berjalan secara tidak normal pada area otak, jadi dapat memicu terjadinya kejang. Itulah mengapa mereka juga berpotensi untuk terkena stroke kembali.
  2. Infeksi, komplikasi yang lainnya adalah infeksi, diantaranya jenis infeksi yang menyerang tersebut adalah pada area saluran kemih dan juga pernapasan. Hal ini dikarenakan keterbatasan gerak yang dialami oleh penderita stroke, jadi mereka juga akan mengalami masalah ketika menelan makanan, menyebabkan makanan masuk ke saluran pernapasan. Infeksi pada saluran kemih ini terjadi karena mereka tidak dapat mengatur fungsi berkemih dengan baik.
  3. Masalah pada anggota gerak, salah satu komplikasi yang paling sering dirasakan adalah permasalah pada anggota gerak tubuh, rasa nyeri pada area bahu, pemendekan pada otot area gerak juga sangat mungkin terjadi karena mereka kurang beraktivitas fisik dan juga olahraga.
  4. Komplikasi yang disebabkan oleh imobilisasi, ketika terkena serangan stroke yang cukup parah, umumnya pasien tidak bisa banyak bergerak, tak jarang diantaranya yang hanya bisa terbaring di atas tempat tidur. Kondisi semacam ini bisa menyebabkan ulkus dekubitur, hal ini terjadi karena tekanan dalam jangka waktu panjang di bagian tubuh tertentu karena terlalu sering berbaring.
  5. Kekurangan nutrisi, karena keterbatasan dalam mengonsumsi makanan, misalnya adalah tidak bisa menelan makanan, hal tersebut tentunya akan berdampak pada asupan nutrisi dalam tubuh yang berkurang. Sehingga sangat mungkin penderitanya akan mengalami malnutrisi.
  6. Dampak psiko sosial, hal ini juga sangat mungkin terjadi, karena biasanya penderita stroke bisa melakukan segala sesuatunya sendiri atau mandiri, sekarang harus menggantungkan hidup dengan orang lain. Dampak yang satu ini kerap kali membuat penderitanya menjadi depresi.

 

Hati-hati dengan kondisi di atas, untuk itu penting sekali memberikan berapa terapi bagi penderita stroke tersebut, pemulihan pasca stroke ini membutuhkan waktu yang lama, berbulan-bulan sampai dengan bertahun-tahun. Sehingga keluarga juga harus sabar menghadapinya.